Tensi Darah Tinggi Saat Hamil Cegah Dengan Ini

Hamil merupakan anugerah tersendiri bagi seorang perempuan. Namun tak sedikit Buibuk yang mengalami preeklampsia saat hamil. Kondisi tersebut dapat saja dialami, meskipun tidak memiliki riwayat hipertensi sebelumnya. Oleh karena itu, penting sekali mengontrol tekanan darah selama hamil. Apabila tensi darah tinggi saat hamil Cegah Dengan Ini, maka cegah dengan berikut ini.

Mengonsumsi Jus Penurun Darah Tinggi Saat Hamil

Perlu Ibuk ketahui, bahwa tekanan darah normal ibu hamil berada di rentang 110/70 – 120/80 mmHg. Apabila tekanan darah Ibuk berada di atas angka tersebut, maka patut waspada guna mencegah terjadinya preeklampsia. Ibuk bisa mengonsumsi jus penurun darah tinggi saat hamil, misalnya jus buah bit atau jambu merah.
Buah bit mengandung unsur kalsium yang dapat menyeimbangkan natrium serta kalium dalam darah. Sedangkan jambu merah kaya akan vitamin C yang dapat membantu kontrol gula darah dan mencegah anemia.

Mengurangi Asupan Garam

Tensi saat hamil memang bisa saja naik, terutama jika Buibuk tidak mengontrol pola makan. Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam dapat menyebabkan hipertensi. Oleh karena itu, cobalah untuk mengganti garam dengan bumbu lainnya seperti jinten dan memilih makanan yang sedikit yodium.

Berolahraga Secara Rutin

Pada dasarnya olahraga memang baik dilakukan oleh siapa saja, terlebih lagi Ibuk yang sedang program hamil. Nah, kebiasaan berolahraga ini sebaiknya tidak berhenti sekalipun dalam kondisi sudah hamil. Sebab, Buibuk yang hamil perlu tetap menjaga stamina, bukan?

Selain itu, olahraga juga dapat mengontrol tensi saat hamil. Ibu hamil yang kurang bergerak cenderung meningkatkan risiko hipertensi. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter terkait jenis olahraga apa yang cocok Ibuk lakukan ketika hamil.

Menjalani Pemeriksaan Secara Rutin

Sebuah studi menemukan bahwa tekanan darah ibu hamil akan memiliki pola naik turun. Tekanan darah akan cenderung menurun pada saat awal dan trimester 2 kehamilan. Kemudian tekanan darah ibu hamil trimester 3 akan meningkat. Hal ini dikarenakan pada kondisi hamil, jumlah darah mengalami peningkatan sebesar 45% dari kondisi biasa.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak Ibuk inginkan maka jalani pemeriksaan secara rutin, terutama pada trimester 3.

Mengurangi Stress

Dalam kondisi tidak hamil pun, stress juga dapat meningkatkan tekanan darah. Untuk mencegah tekanan darah tinggi menjelang persalinan maka cobalah melakukan hal-hal yang dapat mengurangi stres. Misalnya yoga, bermeditasi atau melakukan hal lain yang melepaskan hormon dopamin dan serotonin.

Kesimpulan

Demikianlah beberapa hal yang bisa Ibuk lakukan untuk mencegah terjadi komplikasi karena darah tinggi saat hamil. Sebaiknya, Buibuk tetap menjaga berat badan tidak naik berlebih selama hamil, dan menjaga tetap berada di batas aman. Karena risiko hipertensi tidak hanya berakibat buruk untuk ibu, tetapi juga janin dalam kandungan. Jadi, cegah darah tinggi saat hamil dan persiapkan yang terbaik untuk bayi Ibuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×